Warta

Cerita Remaja Samarinda di Mancanegara: Cari Pengalaman Hingga ke Pakistan (1)

Ia merupakan angkatan pertama Program Studi (Prodi) Diploma 4 (D4) Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Perempuan berhijab ini adalah penerima program beasiswa Indonesian International Mobility Awards for Vocational Students (IISMAVO) dan pernah mencicipi ilmu di Shannon College of Hotel Management --Irlandia-- selama 3 bulan, 2023 lalu.

USAI lulus kuliah, Yuliany Fahra Putri melanjutkan langkahnya kembali ke mancanegara. Pakistan –negara yang terletak di Asia Selatan– jadi destinasi berikutnya. Bukan untuk liburan. Di sana, Duta Wisata Kota Samarinda (2021-2022) ini justru menambah pengalaman kerja sesuai bidang yang ditekuni sejak kuliah.

Lewat proses seleksi short course program, Mei 2025 lalu, Yuli –sapaannya– diterima di ALPS Trekkers & Tours. Sebuah perusahaan travel lokal Pakistan yang berbasis di Ahmed Centre, Markaz I-8, Islamabad. Kehadirannya di sana disambut hangat. Yuliany Fahra Putri tak sekadar disambut langsung Direktur Utama ALPS Tours, Muhammad Umar Khanzada. Ia bahkan didapuk menjadi duta merek ALPS Tours untuk Indonesia.

Ada alasan mengapa Yuliany Fahra Putri dipercaya begitu besar oleh perusahaan travel ini. ALPS Tours menilai, sebagai mantan Duta Wisata Kota Samarinda yang diakui Pemerintah Indonesia, ia memiliki segudang pengalaman. Termasuk penghargaan bergengsi di bidang pariwisata dan perhotelan.

Yuliany Fahra Putri (kiri) saat diwawancarai Pemred KLIKSAMARINDA.COM, Faisal Rahman, dan dimoderatori oleh M. Fauzan Noor, penggiat pariwisata di Kaltim, sekaligus Koordinator Prodi D4 UPW, Jurusan Pariwisata, Polnes. (FOTO: Repro: KLIKSAMARINDA.COM)

She is also a passionate social activist and a powerful social media influencer, using her voice to inspire and connect communities. (Beliau juga seorang aktivis sosial yang bersemangat dan influencer media sosial yang berpengaruh, yang menggunakan suaranya untuk menginspirasi dan menghubungkan komunitas, Red.),” tulis ALPS Tour, dalam unggahan di akun media sosial Instagram resmi mereka.

ALPS Tour juga meyakini, kehadiran Yuliany Fahra Putri di perusahaan mereka, bisa memperkuat hubungan dan membangun ikatan yang langgeng antara Pakistan dan Indonesia di dunia pariwisata. Pun, memperluas jaringan perjalanan dan pertukaran budaya antar kedua negara.

We are excited for this meaningful collaboration and confident that together, we will create new opportunities and unforgettable travel experiences. (Kami sangat antusias dengan kolaborasi yang bermakna ini dan yakin bahwa bersama-sama, kita akan menciptakan peluang baru dan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan, Red.),” lanjut tulisan di unggahan itu.

KLIKSAMARINDA.COM melakukan wawancara langsung dengan Yuliany Fahra Putri via Google Meet, Selasa (8/7/2025) malam, pukul 20.00 Wita –sekira pukul 17.30 waktu Pakistan. Wawancara ini dilakukan setelah KLIKSAMARINDA.COM secara khusus difasilitasi oleh M. Fauzan Noor, penggiat pariwisata di Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus Koordinator Prodi D4 UPW, Jurusan Pariwisata, Polnes.

Kata Yuliany Fahra Putri, secara umum, kehidupan di Pakistan tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Khususnya Kota Tepian. Dengan penduduk mayoritas muslim, Pakistan relatif lebih aman. “Di sini penduduk lokalnya cukup ramah. Apalagi kan negara muslim kedua terbesar setelah Indonesia. Di Pakistan juga tidak begitu awam dengan muslim,” ujarnya.

Yuliany Fahra Putri menyatakan, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Pakistan cukup banyak. Untuk mereka yang berstatus mahasiswa saja, jumlahnya sekira 300 orang. Menariknya, lanjut Yuliany Fahra Putir, ada alasan mengapa banyak mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di sana. Bahkan bukan melalui program beasiswa, melainkan biaya sendiri. “Biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal, Red.) cuma Rp 2 juta (sekira 34,938.94 Rupee, Red.),” ulasnya. (fai)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *